Pengakuan warga, kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Sejak malam, warga yang tinggal di 2 km sebelah timur pusat Kota Banyuwangi ini harus memindahkan harta bendanya ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini menghindari air yang perlahan dan pasti terus meninggi.
"Kalau kami tidak lebih dulu menyimpan harta benda di tempat yang tinggi pasti akan basah kena air," kata Mishadi salah seorang warga Karang Anom di rumahnya kepada detiksurabaya.com dini hari tadi, Senin (15/12/2008).
Jika air mulai surut, warga mulai membersihkan rumahnya dari kotoran yang dibawa air. Selain itu warga harus menguras air yang masuk ke dalam rumah. Kondisi ini tentu saja menyita waktu warga, mereka mengaku baru bisa istirahat saat air sudah tidak menggenangi rumahnya. Air rob ini baru benar-benar habis sekitar pukul 03.00 WIB pagi.
Sementara salah satu warga yang ditemui detiksurabaya.com, Kateman mengaku air mulai pasang sekitar pukul 19.00 WIB. Kurang lebih pukul 22.00 WIB air sudah memenuhi hampir seluruh perumahan warga khususnya di RT 3 RW 2.
"Air mencapai puncak ketinggian pada pukul 23.00 WIB setelah itu perlahan-lahan mulai surut," ungkap Kateman.
Kateman menambahkan, sebagian warga sudah tidak merasa kaget dengan kejadian ini. Sebab setiap tahun mereka pasti merasakan hal yang sama. Menurutnya, banjir rob ini bisa dihindari jika pemerintah daerah mau membangun plengsengan di sekitar tempat tinggalnya.
"Kalau saluran airnya sudah di plengseng kami yakin tidak akan ada lagi banjir seperti ini," ujarnya dengan penuh harap.
Untuk mengurangi kebosanan menunggu hingga surutnya air, sejumlah pria dan pemuda memilih menghabiskan waktunya dengan bermain kartu remi. Dengan demikian, penantian mereka tidak terlalu terasa. Sementara warga lainnya lebih memilih untuk duduk di beranda rumahnya meskipun dalam kondisi tergenang air. (fat/fat)











































