Bahkan langkanya minah ini membuat salah satu pangkalan yanga ada di Jalan Raya Solo Jiwan Madiun diserbu warga seiring datangnya minyak tanah dari agen. Untuk mendapatkan 20 liter minah warga rela mengantre sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi.
Sukarji (50), warga Takeran, Magetan kepada detiksurabaya.com mengatakan, di daerahnya minah juga sulit didapat sehingga dia rela mencari hingga Madiun. Namun, di tempat ini dia juga harus antre untuk mendapat nomor urut.
"Susah mas, minyak tanah kalau ada harganya sampai Rp 4 ribu. Kalau di sinikan murah cuma Rp 3.300. Saya antre mulai jam 6 pagi belum dapat kupon antrean. Dan katanya masih nunggu antre yang tahap kedua," jelas Sukarji, Jumat (12/12/2008).
Menurut Sukarji, dirinya rela untuk mendapatkan minah jauh dari tempat tinggalnya karena istrinya terbiasa memasak dengan kompor minah. Sehingga dirinya harus mencari sampai dapat meski sampai Madiun.
Sementara Dasar (35), penjaga pangkalan Madiun di Jalan Raya Solo Jiwan Madiun menjelaskan pangkalannya saat ini hanya mendapatkan jatah dari agen setiap minggu hanya 1.600 liter. Jatah itu dikurangi dari biasanya 2.000 liter.
"Jatah dari agen dikurangi dan pengirimannya pun juga berkurang sehingga harus kita bagi rata," ujar Dasar saat ditemui di pangkalan minah.
Agar seluruh warga bisa mendapatkan minah ini, pihak pangkalan memberikan kupon antrean dan batas pembelian sebanyak 20 liter. (bdh/bdh)











































