Seperti diberitakan Rabu kemarin, Polwil Madura menangkap Mudakir (45), tersangka pembocor lembar jawaban tes CPNS. selain itu, polisi juga menggiring 10 orang peserta yang ketahuan telah membeli lembar jawaban senilai Rp 25 juta.
Dedi (28), salah seorang peserta test CPNS meminta agar kasus pembocoran lembar jawaban tersebut harus dituntaskan sampai ke akarnya. "Saya yakin, tersangka Mudakir tidak bermain sendirian. Polisi harus menyidik tuntas sampai ke pemberi soal, tim yang menjawab soal, dan jika mungkin cari oknum pejabat yang membocorkan rahasia negara tersebut," pinta Dedi saat ditemui wartawan di ruang lobi DPRD Pamekasan, Kamis (11/12/2008).
Sayangnya, 2 jam menunggu di ruang lobi gedung dewan, belasan peserta tes CPNS itu tidak ditemui oleh satu anggota DPRD Pamekasan.
Secara terpisah, Kasubareksrim Polwil Madura Kompol Suyoto mengatakan, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka yang lain. Yakni, Ahmad Nawawi (50), yang menjabat Kabid Ketenagaan Dinas Penddidikan Pamekasan.
"Setelah dikonfrontir dengan tersangka Mudakir, akhirnya Nawawi tidak bisa mengelak jika turun serta dalam kasus bocornya lembar jawaban tes," jelas Suyoto saat dihubungi melalui ponselnya.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi dari Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan. "Pak Hidayat (Kadin Pendidikan, Red) sedang keluar. Saya tidak tahu kemana tujuan kepergian Pak Dayat," jelas seorang wanita di ruang Tata Usaha Kantor Dinas Pendidikan.
Begitu juga dengan Ketua Panitia Tes CPNS Pamekasan Jamaludin Karim. Jamaludin yang juga menjabat sebagai Sekdakab Pamekasan tidak bisa ditemui di kantornya. Saat didatangi wartawan, ruang kerjanya tampak terkunci. Saat dicoba dihubungi ponselnya, hanya terdengar suara,"Telepon yang anda hubungi sedang tidak aktif". (bdh/bdh)










































