Kasubag Reskrim Polwil Madura, Kompol Suyoto yang memimpin penangkapan peserta
peserta tes si pembawa bocoran lembar jawaban, mengatakan untuk sementara pihaknya menangkap Mudakir (45), sebagai otak penjual lembar jawaban.
Lantaran lembar jawaban paling banyak dipegang oleh peserta dari Diploma 2 PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), akhirnya polisi menggelandang Ahmad Nawawi yang menjabat sebagai Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Pemkab Pamekasan.
Terungkapnya transaksi bocoran lembar jawaban tes CPNS itu bermula dari informasi masyarakat. "Saya akhirnya menjebak dengan menugaskan anggota membawa Rp 20 juta ke rumah Mudakir," kata Kompol Suyoto.
Ternyata anggota Polwil Madura itu, bertemu dengan enam orangtua peserta tes CPNS. "Mereka kedapatan membawa uang dalam kisaran Rp 21 juta sampai Rp 26 juta," jelas Kompol Suyoto.
Setelah mendapat calon korban membawa uang jutaan rupiah, akhirnya anggota Polwil Madura menggelandang Mudakir dari rumahnya di Jalan Stadion Kota Pamekasan.
Dari penyidikan, Kompol Suyoto mencatat 10 orang korban Mudakir. Mereka adalah Lutfi Laila (23), Nursaleh (24), Mohamad Salim (23), Zaini Fathan (24), Hikmatin (25), Karimatun (26), Vera Kurniawati (26), Najmah (30), dan Tutik Fauzan (22).
Dari ke-10 peserta polisi menyita barang bukti berupa 2 lembar jawaban. Yang menarik, bocoran jawaban itu, tidak tertulis huruf-huruf. Melainkan tertulis seperti angka di kuitansi. Seperti Rp 4.132.351.
Artinya, angka 4 adalah jawaban D, angka 1 berarti jawaban A, angka 3 jawaban C dan seterusnya.
Polisi tidak hanya menciduk ke-10 peserta tes CPNS itu. Para orangtua dan suami peserta tes juga diperiksa sebagai saksi. Ke-10 korban itu, akhirnya diciduk dari ruangan tempat mereka mengikuti tes CPNS. Ke-10 peserta itu kedapatan tes di SMAN 4, SMAN 3 dan SMKN 1 Kota Pamekasan.
Kompol Suyoto menjerat tersangka Mudakir dengan pasal 372 dan 378 KUHP, tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara.
Selain menangkap tersangka Mudakir, polisi juga menahan uang puluhan juta rupiah dari tangan ke-10 peserta test CPNS. Kompol Suyoto masih terus mengembangkan kasus bocornya lembar jawaban. Jika ternyata ada orang kuat dibalik tersangka Mudakir, polisi tidak segan menangkapnya.
Polisi menduga lembar jawaban digarap di Surabaya. Sebab, seluruh lembaran soal untuk Pamekasan, seluruhnya didrop dari Surabaya. Jika dugaan mengarah ke pelaku di Surabaya, Kompol Suyoto akan berkordinasi dengan Polda Jatim. (fat/fat)










































