"Tentunya kita bersyukur bahwa hari ini minyak pertama telah bisa diproduksi walau masih dalam jumlah yang terbatas," ujar Deva Rachman Public Relation ExxonMobile Indonesia saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (10/12/2008).
Nantinya, kata Deva, pada semester I 2009 diharapkan sumur di Blok Cepu bisa memproduksi mencapai 20 ribu barel per hari.
"Tentunya MCL tidak bisa bekerja sendiri. Tapi juga itu semua tergantung pihak ke III, infrastruktur maupun pembeli," tambah Deva.
Dalam produksi perdana minyak ini memang tidak ada prosesi ceremonial khusus di Blok Cepu, tepatnya di Sumur Banyu Urip, Desa Mojo Delik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
"Saat ini memang tidak ada ceremonial. Yang pasti hari ini kita sangat bersyukur komitmen untuk produksi sudah bisa dilakukan," jelas Deva.
Sumur migas Blok Cepu di Desa Mojodelik hari ini akhirnya dioperasikan. 'Tetes pertama minyak' (first oil production) dari Sumur Banyu Urip ini nampaknya sengaja dipilih karena bertepatan dengan ulang tahun ke-51 Pertamina.
Meski sudah mengeluarkan minyak, namun produksi perdana ini sifatnya masih berupa 'intermittent production' atau terputus-putus karena bisa berhenti dan kemudian mulai lagi dalam interval tertentu.
Sementara, belum selesainya jaringan pipa, minyak mentah dari Sumur Banyu Urip dibawa menuju ke pengolahan minyak PertoChina di kawasan Mudi, Tuban dengan menggunakan truk. (fat/bdh)











































