Meski sudah mengeluarkan minyak, namun produksi perdana ini sifatnya masih berupa 'intermittent production' atau terputus-putus karena bisa berhenti dan kemudian mulai lagi dalam interval tertentu.
Dengan pola yang seperti itu, maka produksi yang dihasilkan memang tidak bisa sebanyak produksi yang terus menerus. Secara komulatif, produksi minyak dari Cepu selama produksi awal yang berlangsung hingga Januari 2009 diperkirakan sekitar 5.600 barel.
Blok Cepu merupakan blok migas yang dikelola Pertamina bersama MobilCepu Ltd (MCL) yang merupakan anak usaha ExxonMobil Indonesia.
Namun baik Pertamina dan Exxon selalu menyatakan produksi dari blok Cepu terhalang masalah pembebasan lahan. Blok ini memang ditargetkan bisa berproduksi pada bulan ini dengan tingkat produksi sekitar 10.000-20.000 barel per hari.
Sementara, pukul 09.00 WIB pagi tadi, tiga truk tangki terlihat mengangkut minyak mentah dari Sumur Banyu Urip menuju ke pengolahan minyak PertoChina di kawasan Mudi, Tuban. (gik/bdh)











































