Komplotan Kucing Garong Satroni Rumah Kepala BPS Kediri

Komplotan Kucing Garong Satroni Rumah Kepala BPS Kediri

- detikNews
Senin, 08 Des 2008 18:50 WIB
Kediri - Kawanan pencuri spesialis rumah kosong atau biasa disebut kucing garong beraksi di Kota Kediri. Kali ini sebuah rumah mewah milik Bambang Sukoco (41), yang tercatat sebagai Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Deseminasi Data Statistik (IPDS) BPS Kabupaten Kediri, menjadi korbannya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir lebih dari Rp 25 juta. Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, kejadian pencurian di Perumahan Griya Indah Permatasari, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto pertama kali diketahui saat korban pulang mudik dari kawasan Bangil, Pasuruan.

"Saya tahunya sekitar jam setengah lima tadi. Pintu samping itu sudah terbuka, dengan kondisi rumah dan kamar tidur acak-acakan," kata Bambang kepada wartawan di sela-sela pemeriksaan aparat kepolisian, Senin (8/12/2008).

Mengetahui rumahnya tak dalam kondisi normal, Bambang mengaku mencoba mencari tahu. Hasilnya, sejumlah barang berharga, seperti Motor Yamaha Mio beserta BPKB, camera digital Canon S 5 IS, laptop merek HP, uang tunai dan simpanan dalam celengan senilai Rp 1,8 juta didapati raib digondol kawanan pencuri.

"Kalau dihitung semua, kerugian saya mungkin lebih dari 25 juta," ujarnya lesu.

Dia menjelaskan, saat rumahnya jadi korban pencurian, dia lantas menghubungi polisi. Petugas dari Polsek Mojoroto pun langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah TKP.

"Sementara dari hasil olah TKP, kita belum bisa menentukan motif pencurian ini. Tapi indikasi kami menyebut pelakunya lebih dari satu orang, karena disana kami temukan banyak sidik jari berbeda," ujar Kapolsek Mojoroto, Iptu Indrawati.

Indrawati menambahkan, dari pemeriksaan saksi menunjukkan, dugaan sementara kejadian pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi Minggu malam kemarin.

"Ada saksi, yaitu tetangga korban mengatakan, jika tadi malam ada sebuah mobil jenis Kijang warna biru gelap dengan nomor polisi L, mondar-mandir di kawasan ini. Jadi tidak menutup kemungkinan itu pelakunya," jelas Indrawati.

Pernyataan Indrawati juga dibenarkan oleh salah satu tetangga korban yang bernama Faizal. Faizal mengaku mengetahui rumah korban sudah dalam kondisi terbuka sejak Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

"Waktu itu saya pulang mengantarkan anak saya melihat takbiran, dan saya berfikir memang Pak Bambang sudah pulang dari kampung," ujar Faizal. (fat/fat)
Berita Terkait