"Korban jatuh ke kedalaman 5 meter, tapi tidak langsung tewas," ujar Jumirah (40) warga Selosari yang menjadi saksi mata dalam kejadian itu kepada detiksurabaya.com, Senin (8/12/2008).
Jumirah kemudian menceritakan bahwa saat itu dia melihat korban bersama 9 temannya berjalan meniti plengsengan selebar 60 cm yang menghubungkan Desa Gayam dan Selosari. Lasiyem sendiri berjalan paling belakang. Saat berjalan itulah tiba-tiba Lasiyem terpeleset dan jatuh. Kepalanya membentur bebatuan yang ada di dasar sungai.
Teman-teman Lasiyem saat melihatnya jatuh hanya bisa berteriak meminta tolong dan tidak berani turun. Akhirnya warga-lah yang menolong dan mengangkat Lasiyem.
Lasiyem masih bernafas saat diangkat dari dasar sungai dan langsung dibawa ke RSUD dr Sayidiman. Saat menjalani perawatan itulah Lasiyem menghembuskan nafas terakhirnya.
"Plengsengan itu licin karena baru saja digunakan mencuci daging kurban," tambah Jumirah.
Saat diselamatkan dari tas yang dibawa Lasiyem, ditemukan 3 bungkus daging sapi dan juga uang sebanyak Rp 400 ribu. Diduga sebelum menemui ajal, Lasiyem berkeliling desa sekitar untuk mendapatkan daging kurban. Padahal jarak rumah Lasiyem dengan desa Selosari sendiri sejauh 3 km. (iwd/fat)










































