"Ustad ba'asyir menuju ke Surabaya dan langsung balik ke Solo," ungkap Husen salah satu panitia Salat Idul Adha di GOR Wira Bhakti Lumajang kepada detiksurabaya.com di halaman Masjid Al-Munawaroh, Senin (8/12/2008).
Pantauan detiksurabaya.com, Ustad Ba'asyir selama di rumah H. Amak salah satu pengurus takmir Masjid Al-Munawaroh Jalan Toga Lumajang, dijaga ketat polisi dan TNI berpakaian preman.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, Ustad Ba'asyir yang berpakaian gamis warna putih saat meninggalkan Lumajang menebar senyum ke tiap orang yang ditemuinya. Sesekali dia melambaikan tangannya dari dalam mobilnya.
"Assalmulaikum," kata Ustad Ba'asyir dari dalam mobilnya. Sejumlah jamaah dan takmir Masjid Al-Huda sangat senang dengan kedatangan Abu Bakar Ba'asyir. Meski sebelumnya, adanya penolakan dari berbagai ormas muda Islam dan elemen masyarakat dan Lumajang.
"Alhamdulilah Mas tidak terjadi apa-apa sejak ustad Ba'asyir datang ke Lumajang," tutur Husen.
Sebelumnya, kedatangan Ustadz Ba'asyir ditolak oleh beberapa ormas Islam di Lumajang. Pasalnya, pimpinan Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Solo ceramahnya sering menentang pemerintah.Namun selama salat Id berlangsung, tak terlihat adanya aksi massa yang menolak kedatangan Ba'asyir. (fat/fat)










































