Melambungnya harga sapi qurban tersebut seiring dengan tingginya anemo masyarakat Sumenep untuk berqurban pada tahun ini. Penjual sapi qurban di pasar tradisional seperti di pasar Kecamatan Gapura dan Lenteng meraup keuntungan banyak.
Salah seorang pedagang sapi qurban di Pasar Gapura, Mat Saleh (42) mengatakan, penjualan sapi qurban sangat mengembirakan, selain harganya cukup menggiurkan, juga kebutuhan terhadap sapi qurban sangat tinggi, atau naik 25 persen bila dibanding tahun sebelumnya.
"Dalam seharinya, saya mampu menjual antara 15 sampai 20 sapi qurban," kata Mat Saleh pada detiksurabaya.com di Pasar Hewan Kecamatan Gapura, Sumenep, Minggu (7/12/2008).
Pada hari terakhir, dia memprediksi akan mampu menjual hingga 25 sapi qurban. Sebab, kebutuhan masih terlihat tinggi. "Pagi ini saja sudah ada 5 orang yang menghubungi ada tidaknya stok sapi qurban," ujarnya.
Pedagang sapi qurban yang satu ini mengaku sangat mudah mendapatkan barang atau sapi yang layak untuk qurban, selain mempunyai anak buah yang keluar masuk kampung, juga ada petani yang menjual sapinya dengan cara datang sendiri. "Stok sapi masih cukup dan kesehatan hewan juga terjamin,"ungkapnya.
Hal serupa juga di sampaikan salah seorang pedagang sapi asal Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih, Sumenep, H Busairi. "Pada hari terakhir ini, harga sapi qurban naik drastis bila dibanding satu pekan sebelumnya. Sebab, kebutuhan masih tinggi," ujar Busairi. (bdh/bdh)










































