"Sangat besar kemungkinan, kami akan bersalat Idul Adha pada hari Selasa. Ini berdasar penghitungan bulan atau hisab," kata pengurus Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah, KH Nasuchah Anwar saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (6/12/2008).
Namun demikian, tarekat yang berbasis di Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan ini juga masih menunggu hasil rukyat. "Jika bulan di tanggal 29 Dzulqo'dah tidak tampak, maka kami genapkan menjadi 30 hari. Begitu pula sebaliknya," kata Nasuchah.
Dengan demikian, jika rukyat yang dilakukan Minggu (7/12/2008) besok, bulan tanggal 29 Dzulqo'dah dalam kalender hijriyah terlihat, maka tarekat ini berlebaran bersama dengan pemerintah. "Jadi salat Idul Adha pada hari Selasa, baru sebatas rencana," ujar Nasuchah.
Meski kemungkinan berbeda dengan mayoritas umat Islam yang bersalat Idul Adha Senin (8/12/2008), namun tarekat ini menganggap sebagai kewajaran. "Sama-sama punya dasar dalam menentukan hukum," tandas Nasuchah.
Tarekat yang mengklaim memiliki banyak anggota di Jawa Timur dan Jawa Tengah ini, sering berbeda dengan pemerintah. Salat Idul Adha tahun 2007, juga digelar sehari setelah pemerintah menetapkan hari lebaran haji, Jumat (20/12/2007) silam.
Begitu pula saat memulai bulan puasa maupun salat Idul Fitri tahun ini. Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah yang mirip ajaran Islam Jawa ala warga NU ini, juga berbeda dengan pemerintah maupun mayoritas ormas keagamaan. (fat/fat)











































