Aksi para pengamen didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Malang. Menurut Rosidah Ketua Perwakilan LPA Kota Malang menuturkan, sebanyak 20 anak yang terjaring razia mengalami kekerasan fisik maupun mental dilakukan polisi beberapa waktu lalu.
"Karena adanya tindakan itu, kita datang ke sini (Polresta Malang, red) untuk meminta klarifikasi dalam adanya kejadian itu," ujar Rosida kepada wartawan di sela-sela menggelar aksi di halaman Mapolresta Malang.
Dalam aksinya, para pengamen ini menyuarakan tuntutan mereka melalui lagu dan menyanyikannya bersama berjudul 'Pembangunan Jaman' di depan pintu masuk Mapolresta Malang.
Keinginan lima perwakilan pengamen didampingi LPA menyampaikan langsung kejadian menimpa kekerasan mereka langsung kepada Kapolresta Malang AKBP Atang Heradi tak terpenuhi. Pasalnya, perwakilan pengamen hanya ditemui Kabag Ops Polresta Malang Kompol Suroto bersama Kasat Samapta Polresta Malang AKP Susanto.
Sampai saat ini pertemuan masih berlangsung di ruang Kasat Samapta AKP Susanto.
Polisi Bantah Lakukan Kekerasan
Polresta Malang membantah adanya kekerasan yang dilakukan dalam razia preman. Polisi justru memberi pembinaan kepada mereka bersama Dinas Sosial Kota Malang.
"Tuduhan itu tidak benar. Kami menganggap itu tuduhan sepihak saja," kata Kasat Samapta Polresta Malang AKP Susanto kepada detiksurabaya.com selesai menerima perwakilan anak-anak jalanan menggelar aksi demo di halaman Mapolresta Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Jumat (5/12/2008).
Susanto menambahkan, jika ada pihak mengaku telah mewadahi anak-anak jalanan, bukan semestinya mereka membiarkan anak-anak tersebut terus menggantungkan hidup di jalanan. "Harusnya ada pembinaan," imbuhnya.
Sementara anak-anak jalanan ini akan kembali melakukan aksinya. Hal itu dilakukan etelah keinginan mereka bertemu langsung Kapolresta Malang AKBP Atang Heradi tak terpenuhi.
"Kita bakal melakukan aksi lagi sampai kapolresta mau menemui," ungkap Tedja perwakilan anak-anak jalanan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Malang.
Belasan anak ini kemudian membubarkan diri. Kepulangan mereka diangkut oleh truk Polresta Malang hingga ke tempat tujuan. (fat/fat)











































