Prajurit Kostrad Tewas Dilindas Truk Semen

Prajurit Kostrad Tewas Dilindas Truk Semen

- detikNews
Jumat, 05 Des 2008 14:35 WIB
Tuban - Nasib tragis menimpa Pratu Nono Suprianto, prajurit Yon Armed 12 Ngawi. Korban tewas saat motor yang dinaikinya bertabrakan dengan tronton muatan semen curah, Jalan raya Dusun Kuwu, Desa/Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jumat (5/12/2008).

Kepala pria asal Sugiyo, Kabupaten Lamongan ini pecah, telapak tangan kanannya remuk dan kaki kanannya patah setelah terlindas ban truk. Jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Dr R Koesma Tuban oleh jajaran Satlantas Polres Tuban.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian peristiwa menyebutkan, tragedi yang menimpa Nono bermula saat sang tentara hendak ke Kota Tuban dari rumah istrinya di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang. Saat memasuki tikungan jalan utama Tuban-Surabaya via Babat, Kecamatan Lamongan, tepatnya sebelah timur Jembatan Dusun Kuwu, dia mencoba menyalip truk gandeng yang ada di depannya.

Dari arah berlawanan, muncul truk tronton bertuliskan Yani Putra bermuatan semen curah. Truk dari pabrik semen PT Semen Gresik (PT SG) di Tuban ini melaju dengan kecepatan tinggi menuju arah Surabaya.

Kendati badan jalan di depannya sempit karena ada truk gandengan dan tronton bermuatan semen curah, Nono nekad menerobos di sela-sela kedua kendaran besar tersebut. Saat masuk di tengah-tengah dua kendaran dari arah berbeda tersebut, motornya oleng hingga membentur badan tronton.

Tak ayal motor sial itu langsung terguling berikut pengendaranya. Motor langsung dilindas ban truk semen. Korban yang baru menikah sekitar tiga bulan itu, telapak tangan kanannya penyet karena dilindas ban. Ban belakang truk tersebut juga menyambar kaki kirinya.

Sementara kepalanya pecah, karena membentuk aspal jalan. Diperkirakan tewasnya Pratu Nono ini akibat kepalanya pecah, setelah membentuk badan jalan.

"Pak Nono ini baru sekitar tiga bulan lalu menikah dnegan warga saya," kata Pak Lik perangkat Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Tuban yang menunggui jenazah Nono Suprianto di kamar jenasah RSUD Dr R Koesma Tuban.

Perangkat desa tepian Sungai Bengawan Solo di Widang ini, tahu ada warganya menjadi korban kecelakan lalu lintas setelah dihubungi pihak Kantor Camat Widang. Setelah menghubungi pihak keluarganya, jenasah akan bakal dimakamkan di Sugiyo, Lamongan. (fat/fat)
Berita Terkait