Hingga Kamis (4/12/2008) petang, puluhan truk pengangkut sirtu yang akan menuju ke proyek tersebut berhenti di jalan desa. Akibatnya, kendaraan warga tidak bisa melintas.
Padahal jalan tersebut salah satu jalan akses warga dari Sidoarjo menuju Kecamatan Sukodono, yang dikenal subur dengan perumahan.
Puluhan truk tersebut berhenti dan memenuhi jalan desa, karena salah satu truk yang akan menuju ke lahan Sun Safira mengalami kerusakan di bagian roda kanan belakang.
Akibatnya, puluhan truk lainnya yang akan masuk ke proyek, antre di belakangnya dan tidak bisa bergerak sama sekali, karena lebar jalan desa tersebut hanya sekitar 4,5 meter.
Bertepatan dengan jam pulang kerja dan pulang sekolah, banyak pemakai jalan terganggu. Bahkan pengendara mobil pribadi tidak bisa melintas dan terjebak truk tersebut.
Sedangkan, pengendara roda dua bisa berjalan, namun melaju di atas bahu jalan. Kondisi itu sangat mengakhawatirkan, karena di jalan seluas empat meter diapit dua sungai.
Hampir dua jam jalan desa Sidokempung dibuntu truk. Suasananya mirip sepetrti pangkalan truk.
Bahkan pengendara sepeda motor terpaksa jalan kaki karena khawatir terjebur ke sungai.
Sebelumnya, warga sudah mengeluhkan proyek perumahan Sun Safira. Karena truk tersebut berukuran besar dan tidak sebanding jalan desa.
Selain itu jalan desa yang sebelumnya mulus banyak yang rusak parah. Pihak pengembang hanya menutupinya dengan sirtu. Akibatnya, debu berterbangan dan jika hujan jalannya menjadi licin. (roi/bdh)










































