"Tidak ada buble, tidak ada gas metan, tidak ada olakan," kata Sofyan Hadi Deputi Operasi BPLS kepada detiksurabaya.com, Kamis (4/12/2008).
Kata dia, timnya sudah mencoba memasukkan tongkat di kedalaman tertentu dan hasilnya lumpur di bawah dingin.
"Dugaan kita itu akibat listrik yang ngefong. Jadi membuat tanahnya panas hingga mengeluarkan asap," kata Sofyan yang juga ahli geologi ini.
Meski begitu, kata Sofyan, pihaknya akan menurunkan tim lagi untuk melakukan penyelidikan hingga tuntas.
"Besok kita akan turunkan tim lagi. Sementara ini masih aman, bukan sepeti di Porong," terangnya. (roi/fat)











































