Operasi Pasar Minah di Kampung SBY Diserbu Warga

Operasi Pasar Minah di Kampung SBY Diserbu Warga

- detikNews
Kamis, 04 Des 2008 17:19 WIB
Operasi Pasar Minah di Kampung SBY Diserbu Warga
Pacitan - Hari pertama operasi pasar minyak tanah (minah) di wilayah Kecamatan Pacitan berlangsung ramai. Meski pun pelayanan belum dibuka, namun ratusan orang telah memadati halaman Gedung Gasibu Swadaya, Jalan Ahmad Yani, Kamis (4/12/2008) pagi.

Banyaknya pembeli yang datang sempat membuat panitia kerepotan. Untuk menjaga ketertiban, panitia mewajibkan calon pembeli menempatkan lubang jeriken pada seutas tali yang disediakan. Tujuannya, agar pembeli tidak berebut mendahului.

Kedatangan operasi pasar memang sangat ditunggu warga. Maklum, sejak kuota pengiriman dari Depo Pertamina mengalami penurunan mulai Agustus lalu lalu banyak konsumen minyak tanah di Pacitan kelimpungan.

Sumiatin (48), warga Baleharjo kepada wartawan mengaku sengaja datang ke lokasi sejak subuh. Ia berharap mendapat pembagian lebih awal dan secepatnya kembali bekerja membuat nasi bungkus.

Namun hingga hampir tengah hari gilirannya belum juga tiba. Perempuan paruh baya itu baru bernafas lega setelah jerigen yang dibawanya terisi sekitar pukul 13.00 WIB.

"Pokoknya mulai dua bulan terakhir cari minyak tanah susahnya setengah mati. Cari nafkah sudah susah, masih ditambah minyak langka," keluh dia.

Kepala Seksi Energi dan Kelistrikan, Dinas Pertambangan dan Energi Pacitan Santoso ditemui detiksurabaya.com menjelaskan operasi pasar yang digelar kali ini merupakan tindak lanjut dari pemantauan yang dilakukan di beberapa kecamatan.

Untuk tahap pertama, kata Santoso dari jatah 5 ribu liter yang disediakan masing-masing pembeli dibatasi maksimal 5 liter dengan harga eceran tertinggi Rp 3 ribu per liter.

"Satu tangki ini kita harapkan cukup untuk mengisi 1000 jerigen. Kalau permintaan ternyata masih meningkat kemungkinan akan diadakan operasi lagi," tegas dia.

Operasi pasar tahap berikutnya akan berlangsung tanggal 6, 9 dan 11 Desember. Masing-masing di kecamatan Ngadirojo, Tulakan dan Sudimoro.
(bdh/bdh)
Berita Terkait