"Tadi saat bupati dan BPLS datang, kemudian ditutup. Setelah ditutup, di sekitar pusat temuan air panas itu dipasang garis police line. Meski begitu warga sekitar tetap saja diliputi rasa kecemasan seperti kasus Porong," kata pemilik rumah, Pelda Kastari kepada detiksurabaya.com, Kamis (4/12/2008).
Sebelumnya oleh keponakan Pelda Kastari, Widianto di kedalaman tanah 30 cm itu, air telah bercampur lumpur.
"Lumpurnya kayak Porong gitu, jadi tidak ada yang berani pegang tadi," jelas Widianto saat ditemui di lokasi.
Setelah ditutup dengan tanah, Widianto sempat menusuk kembali tanah tersebut dengan tongkat. Rupanya tanah tersebut masih mengeluarkan asap. (fat/fat)










































