Gudang yang ada di Jalan Raya Madiun Surabaya Desa Kali Gunting Kecamatan Mejayan ini diduga untuk menimbun pupuk yang saat ini langka di Madiun selama 2 pekan.
Ratusan petani itu menggunakan 10 truk dan kendaraan motor saat melakukan aksinya. Mereka dari berbagai desa di Kabupaten Madiun seperti Desa Balerejo, Wonoasri, Kebonsari, Menjayan serta Kali Gunting. Aksi ini mendapat pengamanan ketat polisi dari Polsek Mejayan dan Polres Polres Madiun.
Koordinator petani, Dimyati menjelaskan aksi ini merupakan puncak kemarahan petani yang belum mendapatkan pupuk selama 2 pekan. Padahal di gudang tersebut ada ribuan ton pupuk yang belum dikeluarkan ke kios.
"Di gudang ini banyak pupuk kenapa tidak dikeluarkan. Padahal petani lagi menjerit membutuhkan pupuk," jelas Dimyati kepada wartawan di sela- sela orasi, Rabu (3/12/2008).
Sebelum mendatangi dan mengepung gudang pupuk milik Petrokimia, para petani melakukan unjuk rasa di DPRD. Mereka mendesak para distributor untuk mengirim pupuk ke kios-kios yang mulai kosong. Mereka juga membawa berbagai poster diantaranya bertuliskan, "Pecat Kepala Dinas Pertanian Kab.Madiun".
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com hingga pukul 13.40 WIB, ratusan petani masih bertahan di luar gudang milik PT Petrokimia hingga permintaan petani memberi jatah pupuk dipenuhi.
Salah satu petani asal Desa Wonoasri Caruban, Slamet (40) mengatakan dirinya akan bertahan hingga distributor memberikan jatah pupuk meskipun harus membayar mahal sekalipun karena sangat membutuhkan.
"Kita akan tetap bertahan sampai pupuk digudang ini di keluarkan meski dengan harga mahal pun akan saya bayar," kesal Slamet kepada detiksurabaya.com sambil menunjukkan uang dari sakunya.
Banyaknya ratusan petani yang bergerombol di pinggir jalan ini membuat arus lalu lintas dari arah Madiun ke Surabaya dan sebaliknya mengalami kepadatan dan kemacetan hingga 500 meter. (fat/fat)










































