Sumbangan Bagi Windi Bocah Tanpa Anus Diperpanjang

Sumbangan Bagi Windi Bocah Tanpa Anus Diperpanjang

- detikNews
Rabu, 03 Des 2008 12:11 WIB
Sumbangan Bagi Windi Bocah Tanpa Anus Diperpanjang
Sumenep - Masih ingat bocah berusia 4 tahun yang tak memiliki anus?. Atas permintaan pembaca, sumbangan untuk Windi Apriliyah (4) warga Dusun Jasaan, Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura tetap dibuka.

Hal ini memberi kesempatan bagi pembaca detiksurabaya.com dan detikers untuk berbagi dan beramal untuk Windi. Semula sumbangan yang dibuka 26 November 20008, ditutup hari ini, Rabu (3/12/2008). Namun berbagai pertimbangan, sumbangan akan dibuka hingga Minggu (7/12/2008).

Hingga hari ini, total sumbangan dari pembaca dan detikers mencapai Rp 20.526.000 juta. Dengan rincian Bank Mandiri mencapai Rp 1.610.436 dan Bank BCA mencapai Rp 18,916,346.

"Sumbangan ini akan kita berikan ke keluarga agar segera membawa anaknya ke dokter di RS Soetomo," kata salah satu perwakilan detikers, Delila kepada detiksurabaya.com.

Sementara keluarga menyambut gembira kabar jika anaknya mendapat sumbangan dari pembaca detiksurabaya.com dan detikers. "Saya memang berharap ada donatur yang bisa membantu anak saya agar bisa mengurangi bebannya," kata ibu Winda, Kudma (40) kepada detiksurabaya.com saat ditemui di rumahnya, Rabu (3/12/2008).

Istri Badri Asmoni (44) mengaku anaknya bisa melakukan pengobatan yang didiagnosa dokter tahun 2007 lalu mengalami kelainan ginjal. Dia mengaku cairan mirip air kencing yang keluar dari kemaluannya terus rembes. Kadangkala dirinya kewalahan untuk mengganti kain yang terus penuh dengan kotorannya.

"Saya tidak bisa apa-apa, Mas. hanya berdoa semoga ada dermawan yang bisa membantu Windi," harapnya.

Windi yang dilahirkan 24 April 2004 lalu itu tak memiliki anus. Saat berusia 40 hari, Windi dibuatkan anus buatan (kolostomi) di bagian perut kanannya lubang kotoran di bagian perutnya dengan biaya program askeskin. Namun, pemutakhiran data Jamkesmas 2008 ini, Windi tidak masuk data, sehingga untuk mendapat pengobatan gratis lenyap dari impiannya.

Bagaimana? Anda terketuk dan ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung bersama detikers Surabaya.
(fat/fat)
Berita Terkait