Diduga Disalahgunakan, 1.000 Liter Solar Bersubsidi Diamankan

Diduga Disalahgunakan, 1.000 Liter Solar Bersubsidi Diamankan

- detikNews
Selasa, 02 Des 2008 14:04 WIB
Lumajang - Sebanyak 1.000 liter solar bersubsidi diduga disalahgunakan berhasil dibongkar Polres Lumajang, Selasa dini hari pukul 01.30 WIB (2/12/2008).

Solar bersubsidi yang sudah dimasukkan ke-34 jerigen dan diangkut truk bernopol N 8561 Y dibawa ke pabrik obat nyamuk yang ada di Desa/Kecamatan Sumbersuko, Lumajang.

Sopir truk Susiono (43) warga Desa Tempeh Tengah Kecamatan Tempeh yang turut diamankan saat ini diminta keterangannya. Saat diperiksa, Susiono mengaku jika dirinya hanya disuruh mengangkut solar di SPBU Bagosari Kelurahan Jogotrunan yang siap kirim.

"Saya sudah 12 kali mengangkut solar dari SPBU Bago ke pabrik obat nyamuk yang disuruh Pak Subakri. Solar ini digunakan sebagai bahan dasar obat nyamuk," terang Susiono dihadapan penyidik.

Terbongkarnya penyalahgunaan solar bersubsidi untuk industri ini berawal saat polisi mengetahui sebuah truk mengangkut solar keluar dari SPBU Bago Sari Kelurahan Jogotrunan.

Polisi pun membuntuti dan mengintai perjalanan truk. Dan ternyata truk menuju ke pabrik pembuatan obat nyamuk tradisional milik pria berinisial SB.

"Kami curiga truk memuatan solar dari SPBU, ketika dibuntuti ternyata masuk ke salah satu pabrik obat nyamuk di kecamatan Sumber Suko," ujar Kasat Reskrim Polres Lumajang Iptu Abdul Rokib kepada wartawan di ruanganya.

Rokib menambahkan, sopir truk tak berkutik saat ditanya dokumen resminya. "Masak solar bersubsidi digunakan untuk industri ini jelas penyalahgunaan," tambahnya.

Pihaknya pun akan melakukan sidak di pabrik obat nyamuk dan akan memeriksa SB. Kini truk dan solar pun diamankan di halaman Mapolres Lumajang.

"Pelaku penyalahgunaan solar bersubsidi untuk industri dijerat UU No 21 tahun 2004 tentang Migas dengan ancaman 10 tahun penjara," jelasnya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini