Kiai Pendukung KarSa Kecewa Keputusan MK

Kisruh Pilkada Jatim

Kiai Pendukung KarSa Kecewa Keputusan MK

- detikNews
Selasa, 02 Des 2008 13:55 WIB
Kiai Pendukung KarSa Kecewa Keputusan MK
Kediri - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPUD Jawa Timur agar menggelar pemilihan ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, serta penghitungan suara ulang di Kabupaten Pamekasan, mendapat tanggapan sinis dari kalangan kiai di Kediri.

Dengan keputusan tersebut, MK dinilai telah melebihi tugas pokok dan kewenangannya sebagai lembaga peradilan tertinggi.

Tanggapan itu disampaikan KH Anwar Iskandar atau akrab disapa Gus War selaku Pengasuh Pondok Pesantren As'saidiyah di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

"MK telah melebihi tugas pokok dan kewenangannya. Mereka itu kan tugasnya hanya mengadili hasil penghitungan suara, bukan untuk membatalkan hasil pemungutan suara," tegas Gus War saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya, Selasa (2/12/2008).

Dijelaskan oleh Gus War, dengan memerintahkan pemungutan suara ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, berarti MK tidak mengakui kredibilitas KPUD Jatim sebagai pelaksana pemungutan suara.

Gus War juga mengungkapkan, kalangan kiai, terutama yang selama ini getol memberikan dukungannya kepada pasangan KarSa, mengaku sangat kecewa dengan keputusan itu.

"Kita semua kan maunya ya sekali pilihan, kalau ada gugatan sekali sidang dan kami menang. Kalau seperti ini, semua saja termasuk kami harus kembali bekerja keras," ujar Gus War.

Meski demikian, Gus War mewakili sejumlah kiai mengaku tidak dapat berbuat banyak atas keputusan tersebut. Dengan berat hati, kalangan kiai mengaku menerima keputusan tersebut.

"Ya sekarang kami hanya bisa berdo'a dan kembali menggalang dukungan, bagaimana di dua kabupaten di Madura itu KarSa bisa menang. Intinya kami harus bekerja keras lagi," kata kiai yang juga tercatat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Amin, di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kediri tersebut.

Gus War menyikapi keputusan tersebut juga berpesan, agar setiap lapisan masyarakat, baik pendukung KarSa maupun KaJi dapat menahan diri dengan tidak terlibat keributan. (bdh/bdh)
Berita Terkait