Informasi yang berhasil digali detiksurabaya.com menyebutkan, 4 korban tewas bertambah menjadi 5 orang. Yang dimakamkan dalam satu liang lahat adalah Abdul Rokhim, Sringah, Puji Winarti dan Melani Putri Agustina. Keempatnya dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Wates, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Dan diberi nisan sesuai nama korban.
Sedangkan seorang korban lainnya yang dimakamkan terpisah adalah keponakan korban, Silvi. Dia dimakamkan di pemakaman umum Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
"Kalau Silvi kan kebetulan keponakan dari kakak saya. Dia dimakamkan di daerah asalnya sesuai dengan permintaan keluarganya," ujar Abdul Ghozi, adik kandung Abdul Rokhim di sela-sela prosesi pemakaman kepada detiksurabaya.com, Senin (1/12/2008).
Ghozi menambahkan, satu anak dari kakaknya yang menjadi korban selamat yakni Riris, saat ini masih menjalani perawatan intensiv di RSU Dr Soetomo Surabaya, karena luka serius.
Dia menjelaskan, kecelakaan merenggut nyawa lima anggota keluarganya merupakan satu pukulan telak. Namun semua diakuinya sebagai takdir, yang telah ditunjukkan dengan firasat yang dimiliki ibu kandungnya.
"Ibu saya yang kebetulan mendapat firasat sebelum kejadian kemarin siang itu. Beliau bilang, katanya badannya seakan-akan terbang tepat di saat kejadian," ujarnya sambil menitikkkan air mata.
Sementara pantauan detiksurabaya.com di lokasi, suasana pemakaman berlangsung haru. Tangis anggota keluarga tampak pecah, saat keempat jenazah mulai dimasukkan ke liang lahat.
Seperti diberitakan sebelumnya, ban belakang kanan pecah, sebuah pick up L 300 nopol AD 8916 VA nyelonong masuk ke lajur yang berlawanan arah di By Pass Krian KM 38. Tragisnya dari arah berlawanan muncul Bison Elf nopol AD 2923 RG. Kedua kendaraan tersebut langsung bertabrakan dengan kencangnya sekitar pukul 13.30 WIB.
Dalam kecelakaan tersebut, 11 penumpang mengalami luka berat dan 5 korban tewas. Sedangkan korban luka dilarikan ke RS Anwar Medika dan RSU dr Soetomo Surabaya. (fat/fat)










































