Warga sudah lama menduga jika keduanya mempunyai hubungan intim. Namun, baru Minggu (30/11/2008) siang tertangkap basah. Sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, Ny Maftahatul Hasanah masuk salah satu kamar rumah dinas (Rumdis) Koramil Rubaru, oknum TNI Jalan Raya Desa/Kecamatan Rubaru dan tidak kunjung keluar.
Emosi warga yang mengincar sejak pagi memuncak. Ratusan warga akhirnya menggeledah seluruh kamar. Ternyata benar, Ny Maftahatul Hasanah ada di salah satu kamar belakang. Untuk membuka kamar yang dijadikan persembunyian, warga harus menggunakan linggis dan menjebol pintu belakang.
Seorang saksi mata, Suro (40) warga setempat mengatakan, saat Ny Maftahatul Hasanah berada di salah satu kamar yang diduga dijadikan tempat mesum, secara spontan warga melempari kaca dan genting Rumdis Koramil. Sedangkan Ny Maftahatul Hasanah lolos dari amukan massa.
"Setelah merusak rumah dinas koramil, massa menghajar Sugeng," ujar Suro kepada detiksurabaya.com di lokasi Jalan Raya Desa/Kecamatan Rubaru, Sumenep.
Sugeng yang mengalami babak belur akhirnya selamat setelah Provos dari Kodim Sumenep datang ke lokasi dan membawa kabur ke arah Sumenep. Sedangkan warga tampaknya tidak puas dan kembali merusak Rumah Dinas Koramil. "Genting dan kacanya hancur semua, tinggal gedungnya yang utuh," terangnya.
Hingga pukul 15.45 WIB, warga masih berkerumun di depan Rumdis Koramil Rubaru. Tak ada petugas kepolisian yang mengamankan lokasi. Massa tetap meminta pelaku mesum untuk diproses secara hukum. Sebab, telah mencemarkan nama baik desa.
Sementara Sekretaris Desa/Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Munandar mengatakan, aparat desa masih mencari keberadaan Ny Maftahatul Hasanah yang sempat lolos dari amukan massa.
"Kasus dugaan perselingkuhan ini tentunya akan diselesaikan secara hukum," ujar Munandar kepada detiksurabaya.com di rumahnya. (fat/fat)











































