Kedatangan mereka tidak lain hanya untuk memeras para kepala sekolah penerima DAK.Seperti yang dialami Kepala SD Pakong 1, Abdurahman yang mengaku didatangi 3 orang yang mengaku anggota LSM Pelangi. Ketiga anggota LSM itu didampingi 2 orang yang mengaku sebagai wartawan sebuah tabloid lokal terbitan Kota Sumenep.
Abdurahman mengatakan, awalnya anggota LSM dan wartawan "muntaber" menanyakan bahan-bahan bangunan ruang kelas yang direhab dengan dana DAK. "Setelah dijelaskan, anggota LSM dan wartawan itu menuding saya telah menyalahi bestek," kata Abdurahman, mengutip tudingan LSM dan wartawan tersebut.
Abdurahman yang ditemui di rumahnya di Desa Lawangan Daya, Minggu (30/11/2008) menambahkan, saat menuding terjadi kesalahan bestek itu, tiba-tiba anggota LSM Pelangi itu mengeluarkan lembaran semacam petunjuk teknis bangunan yang dibiayai DAK.
Lalu lembaran tersebut dibeberkan di atas meja Abdurahman. Di lembaran petunjuk tehnis DAK tersebut, tertulis rincian bahan kayu, bahan besi dan prosentasi semen dan pasir.
"Jika mengacu pada lembaran teknis yang dibawa anggota LSM, pelaksanaan rehab ruang kelas yang kami garap sepertinya menyalahi bestek," papar Abdurahman.
Kesan menyalahi bestek itu dijadikan bahan konfirmasi. Anggota LSM dan wartawan "muntaber" itu, lalu mengancam akan menulis kasus kesalahan bestek sekaligus akan melapor kepada Kantor Dinas Pendidikan Pamekasan.
"Kasusnya akan selesai jika saya membayar uang Rp 1 juta kepada LSM dan wartawan itu," beber Abdurahman.
Karena khawatir dirinya disalahkan Kantor Dinas Pendidikan, maka Abdurahman membayar uang sebesar yang diminta LSM dan wartawan "muntaber" itu. Belakangan, korban pemerasan kepala sekolah SD tidak hanya menimpa Abdurahman saja. Sejumlah kepala sekolah di Kecamatan Pakong, Waru dan Kecamatan Palengaan, mengaku menjadi korban pemerasan dengan modus serupa.
Secara terpisah Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Mohamad Kholil berjanji akan menangkap oknum LSM dan wartawan gadungan itu. "Agar saya bisa menangkap, saya sarankan para kepala sekolah yang menjadi korban ulah LSM dan wartawan gadungan itu melapor ke polres," saran Kholil saat dihubungi via ponselnya. (fat/fat)











































