Sedangkan pimpinan rombongan Udin dan Darwoto Supervisor PT Persi yang menangani proyek jaringan tower Sutet PLTU Sudimoro diamankan di Mapolres Pacitan.
"Kita pelajari dulu unsur pidananya sehingga akan diketahui siapa yang menjadi penyebab kecelakaan," kata Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Sukimin, Sabtu (29/11/2008).
Sementara, hingga saat ini belasan pekerja lain masih terkatung-katung. Ini karena belum ada kejelasan pihak mana yang akan menanggung biaya perawatan baik korban meninggal maupun luka-luka.
Wawan salah seorang pekerja dihubungi detiksurabaya.com siang ini menuturkan, ia bersama belasan rekannya masih bertahan di Puskesmas Ngadirojo.
Sementara jenazah korban tewas Agus alias Aceng (25) diberangkatkan dari RSUD Pacitan menuju ke kampung halamannya di Kampung Pereng, Desa Pangauban, Pacet, Kabupaten Bandung pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hari tadi.
Keberangkatan mobil jenazah disertai tiga rekan korban, Asep, Rohman dan Omar. "Kami berharap semua segera beres pak. Kami pingin pulang," ungkap Wawan sedih.
Labih lanjut, Wawan mengaku bingung harus berbuat apa. Pasalnya, hingga saat ini ia dan pekerja lainnya belum menerima upah dari pekerjaan yang telah dilaksanakannya. Padahal, sebelumnya mereka dijanjikan mendapat gaji harian sebesar Rp 40 ribu.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kondisi enam korban luka yang sejak kemarin menjalani perawatan, Kepala Puskesmas Ngadirojo dr Sukamto enggan berkomentar. Informasi justru diperoleh
detiksurabaya.com dari Kepala Dinas Kesehatan dr Mohammad Mansyur. Dihubungi via telepon, Mansyur menuturkan secara umum kondisi keenamnya terus membaik.
"Sesuai laporan yang saya terima, mereka sudah bisa berdiri dan berlatih bergerak. Jadi perawatan kemungkinan cukup dilakukan di puskesmas," pungkasnya. (bdh/bdh)











































