Ingin Sembuh, Windi Tanyakan Rembesan di Celananya

Bocah 4 Tahun Tanpa Anus

Ingin Sembuh, Windi Tanyakan Rembesan di Celananya

- detikNews
Jumat, 28 Nov 2008 13:31 WIB
Ingin Sembuh, Windi Tanyakan Rembesan di Celananya
Sumenep - "Bu basah, rembes". Itulah kalimat yang seringkali dilontarkan bocah berusia 4 tahun, Windi Apriliyah kepada ibunya, Kudma (40) warga Dusun Jasaan, Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura.

Wajar bila anak seusianya selalu menanyakan hal itu. Sebab teman-teman sebayanya tidak mengalami basah di setiap celana yang dipakainya. Apalagi kemaluannya selalu keluar cairan.

Kudma mengaku cairan mirip air kencing dan rembes dari kelaminnya karena kelainan ginjal. Itulah penyebabnya, tim medis saat itu menyarankan menjalani terapi 3 kali dalam sepekan ke RSU dr Soetomo Surabaya. Kudma sendiri membawa kontrol anaknya tahun 2007 lalu.

Saran untuk melakukan terapi tersebut tidak mungkin dilakukan. Selain kategori keluarga kurang mampu juga Windi tidak masuk dalam program Jamkesmas tahun 2008 ini.

Untuk menghibur putri keduanya, tiap saat detiksurabaya.com memantau perkembangan Windi, Kudma selalu bilang, "Mas ini dokter, Insya Allah bisa bantu Windi,". Kudma terpaksa berbohong hanya untuk menghibur anaknya.

Pagi tadi, Kudma mengaku kehabisan kapas yang harganya hanya Rp 2.000 per bungkus. Diapun harus mencari kain bekas halus untuk menutup pembuang kotoran di perut Windi.

"Kapas untuk mencegah iritasi yang ditempel sebelum pembalut sudah habis, ya harus memakai kain atau baju bekas yang saya minta dari tetangga," ucap Kudma kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Jumat (28/11/2008).

Kudma sempat meneteskan air mata saat teman sebaya Windi berangkat sekolah. Sebab, dari mulut Windi sempat terlontar, "Mau sekolah bu,". Kudma terlihat tidak kuasa menahan keinginan putrinya itu dan mengajak bermain sepeda yang ada di halaman rumah berukuran 6x7 meter tanpa ada bilik kamar.

Windi memang tidak pernah mengeluh sakit. Namun, keinginan untuk sembuh dan bersekolah selalu disampaikan orang tuanya. Itu membuat ibunya tidak kuasa menahan penderitaan yang dialami putrinya.

Sementara sumbangan dari pembaca detiksurabaya.com dan detikers yang sudah terkirim ke BCA dan Mandiri hingga pukul 13.00 WIB mencapai Rp 15,281 juta. Bagaimana? Anda terketuk dan ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung bersama detikers Surabaya. (fat/fat)
Berita Terkait