Nyaris terjadi baku hantan dan keributan antara pelaku dengan warga yang mengetahui keduanya berada di salah satu rumah warga RT 2 Desa Pandian. Beruntung saat penggerebekan ada petugas kepolisian yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian.
Lalu, pihak aparat dari Polres Sumenep juga cepat mendatangi tempat kejadian perkara
(TKP).
Pantauan detiksurabaya.com, kedua manusia yang terlihat dimabuk asmara itu akhirnya
digelandang ke mapolres setempat. Srihartatik yang masih berada di salah satu kamar
yang diduga dijadikan tempat mesum tidak berkutik saat petugas meminta ikut ke polres. Keduanya dibonceng sepeda motor oleh petugas ke mapolres Jalan Urip Sumoharjo. Lalu, diperiksa di ruang Pidter.
Suami Srihartatik, Syaiful Hidayat (33), warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi,
Sumenep mengatakan, sudah sekitar satu tahun istrinya mengalami perubahan dalam
kesehariannya. Namun, ketika berusaha untuk diperbaiki tidak mengindahkan.
"Sudah lama menduga jika istri saya ada hubungan khusus dengan teman sendiri yang
sama-sama kontraktor dan baru ketangkap basah saat ini," kata Syaiful pada wartawan
di Mapolres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (27/11/2008).
Dia mengaku kecewa dengan sikap istrinya yang mempunyai hubungan khusus dengan teman
kontraktor yang setiap harinya sering berkumpul dalam urusan yang sama. Padahal,
keduanya sama-sama mempunyai dua anak, dan masih mempunyai tanggungjawab keluarga.
"Dengan kasus penggerebekan ini semoga semua masalah hidup saya berakhir dan kasusnya tetap diproses secara hukum," ucapnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Mualimin mengatakan, kasus dugaan
perselingkuhan dan perzinaan yang menimpa istri kontraktor itu dalam pemeriksaan
petugas. "Saat ini, saksi pelapor dan korban sedang diperiksa," kata Mualimin pada
wartawan di kantornya. (bdh/bdh)











































