Aksi itu dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Massa yang berkumpul di sekretariat Aliansi Masyarakat Peduli Pasuruan (AMPPAS) kemudian berangkat menuju ke lokasi pabrik di Jalan Raya Gunung Gangsir nomor 27.
Sambil berorasi, massa juga membentangkan sejumlah poster yang bernada kecaman kepada pihak pabrik. Diantaranya berbunyi, 'Jadi Pemimpin Jangan Semena-mena, Kami Butuh Bukti Bukan Janji', 'Wujudkan Penyerapan Tenaga Kerja 60-40'.
Arifin, salah satu koordinator aksi menyatakan, aksi itu sebagai buntut kekecewaan warga atas sikap perusahaan yang ada di desanya itu. Pasalnya, proses penyerapan tenaga kerja di pabrik kertas gosok itu tidak sesuai dengan kesepakatan.
"Waktu awal berdiri lalu (awal 2002, Red) perusahaan sepakat untuk memprioritaskan warga sini," katanya kepada detiksurabaya.com, saat ditemui di lokasi unjuk rasa. Dengan perbandingan, 60 persen untuk warga Gunung Gangsir, 40 persen untuk warga lain.
Namun, kenyataannya, hingga enam tahun pabrik itu berdiri, kesepakatan itu tak kunjung dilakukan. Akibatnya, Arifin dan warga lainnya terpaksa turun jalan. "Kalau tidak juga dituruti, kami akan demo terus pabrik ini," timpal Ateng, peserta aksi lainnya.
Sementara, dalam aksi itu, massa juga memblokir pintu masuk ke kawasan pabrik. Ini dilakukan dengan memarkir sejumlah sepeda motor di depan pintu masuk. Akibatnya, para karyawan yang bermaksud melakukan aktivitasnya pun tidak bisa masuk. Mereka pun memilih duduk-duduk di sekitar kawasan pabrik. (bdh/bdh)










































