Para korban yang mayoritas pekerja laki-laki asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur itu
tiba-tiba mengalami pusing dan muntah-muntah setelah makan nasi rawon yang dibeli dari seorang pemilik warung nasi setempat.
Salah seorang pekerja proyek Pasar Baru, Syukkron (42) yang mengantar korban ke RSD Bangkalan mengatakan, semua yang makan nasi rawon mengalami keracunan. Namun, tidak langsung bersamaan.
"Awalnya ada 26 orang yang keracunan. Lalu, pukul 22.20 WIB menyusul 8 orang yang keracunan," kata Syukkron pada wartawan di RSD Bangkalan, Jalan Pemuda Kaffah,
Senin (24/11/2008) malam.
Dia tidak tahu persis berapa orang yang saat itu menyantap nasi rawon. Sebab, dari 75 orang pekerja ada yang tidak makan. "Mereka yang makan nasi rawon semuanya pusing dan muntah-muntah," ujarnya.
Sementara, petugas medis RSD Bangkalan sibuk memberi pertolongan terhadap korban keracunan tersebut. "Kita tetap berusaha maksimal agar para korban keracunan makanan ini tidak sampai fatal," ujar dr Mita pada wartawan di RSD Bangkalan, jalan Pemuda Kaffah. (bdh/bdh)










































