Mereka melakukan aksi lantaran berulang kali mengajukan pembangunan jalan, namun tak kunjung juga diproses. Selain blokir jalan, warga juga membuah pohon pisang dan pepaya di tengah jalan.
Bahkan, warga yang dilengkapi alat-alat pertanian itu juga sempat menyandera sebuah mobil pick up. Namun aksi sandera mobil bisa dihentikan setelah aparat kepolisian membujuk warga.
Turut serta dalam aksi, Kepala Desa Soko, Kecamatan Tikung, Sunari mengaku dua desa ini beberapa kali mengajukan usul ke Pemkab Lamongan namun hingga kini tidak pernah dipenuhi.
"Alasan aksi kami, jalan ini setiap hari dilewati ratusan kendaraan baik kecil maupun besar. Kalau tidak diperbaiki akan menyengsarakan kami," ungkapnya kepada wartawan di lokasi.
Aksi blokir ini dilakukan, terang Sunari, karena warga merasa kesal dan kesabarannya habis karena permintaan tak digubris oleh Pemkab Lamongan. (fat/fat)










































