Dua korban tewas itu, Muhammad Yasin (30) dan Wakidi (60). Selain mengakibatkan dua pekerja tewas, musibah tersebut juga menimpa Sigit (30) pemilik sumur. Sigit ikut menjadi korban setelah berusaha menolong kedua tetangganya tersebut. Nyawa pemilik sumur itu nyaris ikut melayang. Saat ditolong warga kondisi Sigit sudah kritis, dan harus dilarikan ke rumah sakit Al-Huda, Gambiran.
Kecelakaan kerja itu bermula saat kedua korban diminta tolong oleh Sigit untuk menguras air sumurnya. Dengan mesin penyedot mereka memulai berkerja. Lantaran pipa spiral dirasa kurang panjang, mesin penyedot berukuran sedang tersebut akhirnya ditaruh dalam posisi tergantung di dalam sumur.
Menurut penuturan beberapa saksi mata, sesaat setelah Wakidi masuk ke dalam sumur dengan bantuan tangga bambu, mendadak tubuhnya jatuh ke dasar sumur. Yang selanjutnya disusul Yasin dan Sigit saat berusaha memberikan pertolongan.
"Sebelumnya saya dengar teriakan minta tolong, saya lihat Sigit dan Yasin di dalam sumur, Yasin terlihat lemas lunglai, sempat juga Sigit ngomong kalau Wakidi tenggelam," jelas Sutris, saksi mata. Ketiga tubuh korban berhasil dievakuasi,setelah warga datangĀ beramai-ramai untuk memberikan pertolongan.
Dari hasil olah TKP dan identifikasi petugas, penyebab kecelakaan kerja yang mengakibatkan dua jiwa melayang tesebut berasal dari gas beracun. "Dua kemungkinannya, sumur memang mengandung gas beracun atau gas pembuangan mesin penyedot yang masuk ke
dalam sumur," ungkap Kapolsek Tegalsari AKP Setiyo Widodo. (bdh/bdh)











































