Ngawi Siaga Banjir, 7 Posko Pantau Bengawan Solo

Ngawi Siaga Banjir, 7 Posko Pantau Bengawan Solo

- detikNews
Kamis, 20 Nov 2008 09:14 WIB
Ngawi Siaga Banjir, 7 Posko Pantau Bengawan Solo
Ngawi - Meningkatnya curah hujan di wilayah Ngawi dan sekitarnya, membuat Dinas Pengairan siaga banjir selama 24 jam di sepanjang aliran Bengawan Solo serta Sungai Madiun. Bahkan untuk mengoptimalkaan kesiagaan, Dinas Pengairan telah meningkatkan koordinasi dengan 7 posko satgas.

"Kita sudah siaga saat ini seiring curah hujan mulai tinggi, namun ketinggian air peilcall baik di Sungai Madiun maupun bengawan Solo masih pada batas ambang normal jadi belum begitu mengkhawatirkan," jelas Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Ngawi, Maryono kepada detiksurabaya.com, Kamis (20/11/2008).

Maryono menambahkan saat ini pihaknya telah menyiapkan 46 anggota tim satgas waspada banjir. Ini untuk memantau ketinggian air di tempat-tempat yang ditunjuk seperti di Jembatan Ngunengan, Jembatan Dungus serta Jembatan Kwadungan. Namun saat ini ketinggian air di Sungai Madiun dan Bengawan Solo baru 5-6 meter.

Padahal berdasarkan penghitungan baru dari pengalamaan sebelumnya untuk ukuran status siaga 1 ketinggian air 7 meter, siaga 2 setinggi 7,5 meter dan siaga 3 setinggi 8 meter

Tujuh posko satgas yang berada di sepanjang aliran Bengawan Solo dan Sungai Madiun yakni di Balai Besar Bengawan Solo, Satgas Hulu 1 dan 2 Bengawan Solo, Satgas Sungai Madiun 1 dan 2, Satgas Hilir 1 Bojonegoro, Satgas Hilir 2 Babad dan Lamongan serta Satgas Wonogiri.

Selama ini pantauan khusus daerah rawan banjir di Ngawi terdapat 8 kecamatan yang rawan banjir yakni Kecamatan Kwaadungan, Pangkur serta Geneng yang berdekatan dengan Sungai Madiun. Selain itu Kecamatan Ngawi kota, Pitu, Kedunggalar, Widodaren serta Karanganyar yang terletak di Aliran Bengawan Solo.

Sementara dari data 26 Desember 2007 lalu banjir telah merendam 790 desa di 19 kecamatan yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan mengalami sebesar kerugian Rp 70 miliar.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini