Operasi Preman yang digelar, Selasa (18/11/2008) itu, dipimpin Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Mohamad Kholil.
"Operasi ini merupakan tindak lanjut dari program 100 hari Bapak Kapolri yang baru," ujar Kholil, di sela-sela operasi preman di kawasan Pasar Hewan Kepoh, Kecamatan Larangan kepada wartawan.
Selain di kawasan Pasar Kepoh, operasi preman itu digelar di kawasan Pamekasan Utara. Seperti di kawasan Kecamatan Waru dan kawasan Kecamatan Batumarmar. Dari 3 titik operasi ini, polisi berkonsentrasi pada operasi sajam.
Diduga operasi preman ini bocor. Sebab pada operasi preman kali ini, tidak ada sebuah sebilah sajam pun ditemukan. Seperti celurit dan pisau belati. Padahal, ada tradisi di kalangan etnis Madura yang biasa menyelipkan celurit di pinggangnya saat keluar rumah.
"Tapi syukurlah, kali ini tidak ada warga yang terjaring membawa celurit," seloroh Kholil.
Menurut Kholil, operasi preman di kawasan Pamekasan akan digelar hingga menjelang datangnya tahun baru 2009. Kini seluruh barang bukti disita lantaran tidak dilengkapi surat kendaraan bermotor. (fat/fat)










































