Hama Sundep Menyerang, Petani Kediri Resah

Hama Sundep Menyerang, Petani Kediri Resah

- detikNews
Selasa, 18 Nov 2008 08:21 WIB
Hama Sundep Menyerang, Petani Kediri Resah
Kediri - Petani di Kabupaten Kediri resah. Pasalnya, selain ancaman banjir saat musim hujan, serangan hama sundep mulai marak yang mengancam terjadinya gagal panen.

Dari pantauan detiksurabaya.com, serangan hama sundep terjadi hampir di seluruh daerah pertanian yang ada di Kabupaten Kediri. "Kalau di sini saja sekitar 16 hektar Mas dan mungkin lebih banyak di daerah lainnya," ujar salah satu petani di Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo Tolkah (41) kepada detiksurabaya.com di lokasi, Selasa (18/11/2008).

Tolkah menjelaskan, hama sundep biasanya memang muncul di saat musim penghujan mulai datang. Hama yang muncul dari telur serangga jenis klaper tersebut, biasanya akan menyerang pada bagian pangkal batang pohon padi.

"Kalau dibiarkan biasanya batang ini akan busuk dan biji padinya akan kosong saat dipanen. Kalau masih muda, biasanya batangnya akan mengering dan mati dengan sendirinya," jelasnya.

Untuk mengatasi serangan hama sundep, Tolkah dan sejumlah petani lainnya mengaku hanya bisa melakukan penanggulangan cara tradisional yakni menyemprotkan campuran zat kimia jenis puradan dan pupuk urea.

"Itupun biasanya penanganan sementara dan berapa lama pasti akan muncul lagi," ujarnya.

Kondisi yang meresahkan petani ini rupanya Pemerintah Kabupaten Kediri belum mengetahuinya.

"Sejauh ini belum ada laporan masuk ke kami terkait serangan hama sundep tersebut. Padahal seharusnya, jika memang itu benar terjadi petani segera melaporkan ke kami agar cepat ditangani," ujar Kabag Humas Pemkab Kediri, Sigit Raharjo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Sigit menambahkan, bila nantinya sudah terdapat laporan dari petani, penanganannya akan secepatnya dilakukan. "Teknisnya seperti apa saya belum bisa katakan. Tapi yang pasti, kami akan secepatnya memberikan penanganan, karena kami tidak ingin
itu menggagalkan panen petani," tegas Sigit. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini