Roh halus tersebut diduga berasal dari pohon ketapang yang berada di halaman sekolah. Kesurupan pertama dialami seorang siswi kelas I bernama Mita yang sempat melintas di bawah pohon tersebut.
Dia spontan berteriak dan histeris. Setelah itu histeris dan tak sadarkan diri. Ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (17/11/2008). Guru sekolah yang mempunyai kemampuan metafisik pun berusaha menolong, dan akhirnya siswa itu dapat disembuhkan.
Namun roh jahat yang telah diusur itu kembali merasuk ke tubuh siswa lainnya. Akibatnya, kesurupan massal tak dapat dihindari.
Puncak kesurupan yang mayoritas dialami siswi tersebut terjadi pada pukul 11.00 WIB. Sebanyak 51 siswa SMAN Kalianget menjerit histeris dan membuat siswa lainnya terpaksa diliburkan.
Nina, salah seorang guru SMAN Kalianget mengatakan, yang kesurupan mayoritas siswi dan kejadiannya terjadi sejak pagi hingga siang hari.
"Karena siswa banyak yang kesurupan, maka proses belajar dihentikan," kata Nina pada detiksurabaya.com di halaman sekolah SMAN Kalianget, Sumenep.
Salah satu orang tua siswa, Moh Adam mengaku prihatin dengan kejadian kesurupan yang menimpa siswa SMAN Kalianget. Sebab, roh yang masuk pada siswa tergolong ganas.
"Jika tidak ada pertolongan dari orangtua dan guru yang mempunyai kemampuan metafisik akan berbahaya, semisal mengamuk pada teman sekolahnya," kata Adam di rumahnya, Desa Kalianget Barat, Sumenep.
Menurut dia, anaknya, Ira Maghfiroh yang juga kesurupan sulit disembuhkan. Bahkan, selama 2 jam tidak sadarkan diri dan kejang-kejang. "Anak saya ini terus
meronta-ronta dan kejang-kejang," ujarnya. (bdh/bdh)











































