Menurut saksi mata, Irsyad Herminofa (31), ledakan terjadi tiba-tiba saat banyak pekerja. Tidak diketahui pasti, penyebab ledakan itu. "Tiba-tiba saja terdengar ledakan keras. Saat saya lihat, banyak yang bergelimpangan," kata Irsyad kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Beberapa saat setelah terjadi ledakan, produksi terhenti. Suasana menjadi kacau, karena para pekerja yang selamat, bingung menyelamatkan para korban. "Kalau 10 orang ya lebih jumlahnya. Saat itu semua bingung mencari angkutan ke rumah sakit," kata Irsyad.
Para korban lalu dibawa ke RS Islam Arofah, di Jalan Raya Mojosari. Dari sekitar 12 orang yang terluka, 7 di antaranya luka parah. Seluruh korban yang dirawat inap, mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan dan kaki.
Ke-7 korban yang terluka parah dan dirawat inap, yaitu Hermawan (22) asal Pungging, Mojokerto, Rohikin (24/Bekasi), Ahmad Taufik (23/Pasuruan), Solikin (40/Mojokerto), Adi Wibowo (27/Mojokerto), dan Saiful Anwar (21/Jombang), serta Adi Riyanto (23/Mojokerto).
Para korban itu hingga kini dirawat di Paviliun Madinah I Rumah Sakit Islam Arofah. Sejauh ini Satuan Reskrim Polres Mojokerto, belum memastikan penyebab ledakan itu. Polisi juga masih meminta keterangan terhadap beberapa saksi.
(gik/gik)










































