Namun usaha warga asal Purworejo, Jawa Tengah yang indekost di Kediri ini justru membuatnya meringkuk di penjara. Sementara dirinya tak bisa lagi bersama dengan pacarnya sebut saja, Sekar (15).
Penculikan itu dilakukan pelaku terhadap Sekar warga Jalan Semeru, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang juga siswi kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kota Kediri.
"Kejadian itu dilakukan tersangka kemarin sore, dengan mengambil pacarnya sendiri saat membeli pulsa handphone. Tapi dalam pemeriksaan akhirnya kita ketahui, perbuatan itu dilakukan atas perencanaan berdua," kata Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP David Subagio dalam gelar perkara di ruang kerjanya, Jumat (14/11/2008).
David menambahkan, selama hampir 10 jam menculik pacarnya, tersangka sempat mengirim pesan singkat ke orangtua korban untuk menyediakan uang tebusan sebesar Rp 64 juta.
Sementara terbongkarnya persekongkolan ini bermula saat tersangka memulangkan pacarnya menggunakan taksi. Dari pemulangan itu, petugas yang sudah mendapat laporan berhasil melacak keberadaan tersangka.
"Setelah korban dipulangkan, kami interogasi dia dan akhirnya mengaku dimana pelaku. Tak ingin dia kabur, kami langsung bergerak menangkapnya di tempat kos Desa Ngelom, Kabupaten Jombang," ujar David.
Selain pelaku, petugas juga mengamankan satu rekan tersangka yang juga terlibat. Dia adalah EH (16). "Dalam kelompok ini dia berperan sebagai penyampai pesan untuk meminta tebusan," ungkapnya.
Kini kedua tersangka akan dikenakan ancaman hukuman lebih dari 12 tahun penjara. Mereka dianggap melanggar UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto pasal 283 KUHP tentang melarikan anak gadis di bawah umur, junto pasal 556 KUHP tentang persekongkolan jahat.
"Untuk korban meski ikut bersekongkol merencanakan penculikan, dia tidak kami jerat ancaman hukuman. Dia jelas sebagai umpan saja," tambahnya.
Sementara secara terpisah, pelaku mengaku tak berniat melakukan penculikan. Dia hanya ingin mendapat perhatian agar hubungannya direstui.
"Hubungan kami sudah sangat jauh, karena kami sudah sering berhubungan badan. Tapi kenapa mereka tidak mau merestui hubungan kami," ujarnya sambil tertunduk lesu.
Tentang uang tebusan, pelaku mengaku hal itu sebagai cara agar hubungannya mendapat restu. "Uang itu akan saya gunakan untuk membeli mobil, agar papanya tahu saya anak orang kaya dan saya tidak ditolak," imbuhnya. (fat/fat)










































