2 Bulan Minah Langka, Warga Antre 9 Jam Lebih

2 Bulan Minah Langka, Warga Antre 9 Jam Lebih

- detikNews
Kamis, 13 Nov 2008 16:43 WIB
Pamekasan - Sejak 2 bulan lalu, minyak tanah (minah) di Pamekasan langka. Tiap hari warga harus mengantre lebih dari 9 jam untuk mendapatkan 5 liter.

Sulitnya mendapatkan minah, membuat ratusan ibu rumah tangga di Kota Pamekasan, harus antre hingga 100 meter. Ny Luluk Kadarwati (35) misalnya, sejak pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB, Kamis (13/11/2008) belum juga mendapatkan minah.

Antrean makin mengular, lantaran truk tangki pemasok minah untuk pangkalan milik Sutiknyo Jalan Kesehatan Kota Pamekasan terlambat datang. "Capek Pak. Saya antre minyak tanah dari jam 06.00 pagi tadi. Untung anak saya mengganti antre selepas datang dari sekolah," keluh Ny Luluk.

Telatnya truk tanki pemasok minah itu, bukan sekali ini saja. "Sejak pertengahan Oktober lalu, truk tangki pemasok minyak tanah selalu terlambat dari jadwal," terang Sutiknyo saat ditemui di pangkalan minah miliknya.

Imbas langkanya minah, memacetkan arus lalu lintas di Jalan Kesehatan. Tapi, tak ada seorangpun polisi yang mengawasinya. Padahal, lokasi pangkalan minyak milik Sutiknyo hanya berjarak 200 meter dari Mapolres Pamekasan.

Beruntung Sutiknyo menjual minah seharga Rp 3.100 perliter. Padahal, harga minah di tingkat pengecer pedesaan ada yang dilepas seharga Rp 4.000 perliter.

Lantas kenapa sampai terjadi antrian minah itu, Kepala Depo Pertamina di Camplong, Kabupaten Sampang, Tamrin Abdullah mengaku persediaan minah di deponya masih cukup memasok kebutuhan warga Madura sampai 15 hari kedepan.

"Saya sendiri tidak tahu penyebab menghilangnya minyak tanah di tingkat pengecer," kelit Tamrin Abdullah. (fat/fat)
Berita Terkait