Stres dan Pecandu Narkoba Sembuh di Tangan Pekeh

Stres dan Pecandu Narkoba Sembuh di Tangan Pekeh

- detikNews
Kamis, 13 Nov 2008 08:16 WIB
Stres dan Pecandu Narkoba Sembuh di Tangan Pekeh
Banyuwangi - Tak terpikir oleh Pekeh (70) bahwa kedatangan seorang pria yang mengalami gangguan jiwa (gila) tahun 1953 silam, membuatnya juga bisa menampung orang-orang yang mengalami kecanduan narkoba.

Saat itu, rumah warga Dusun Tembakur Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi ini didatangi pria gila. Dengan sabar, Pak Pekeh merawat pria tersebut hingga sembuh dengan terapi doa dan disibukkan dengan kegiatan sehari-hari.

Rupanya, kesembuhan pria tersebut membuat dia dikenal menjadi orang yang bisa menyembuhkan orang gila atau stres. Bahkan pasien yang dianggap santri-santri datang meliputi orang-orang yang mengalami kecanduan narkoba. Menurutnya, banyak hal yang menjadi penyebab jiwa terguncang.

"Ada yang kena guna-guna, ada yang karena gagal berkarier dan ada pula karena faktor genetika alias keturunan. Faktor yang terakhir ini kategori yang tidak bisa disembuhkan," tambah Pekeh kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (13/11/2008).

Cara menyehatkan pikiran mereka, kata Pekeh, ada beberapa metode. Orang-orang yang memiliki 'masalah' diobati secara medis dan dibantu dengan terapi doa. Selain itu disibukkan dengan kegiatan yang menyibukkan dengan merangsang otak mereka kembali bekerja.

"Siang hari mereka saya sibukkan dengan kegiatan bertani agar tidak ada waktu untuk melamun. Malamnya saya genjot dengan doa-doa atau sekedar melafalkan ayat-ayat al-quran," jelasnya.

Sementara bagi santri yang beragama lain diarahkan ke kitab suci agamanya masing-masing. Uniknya, meski mereka mengalami gangguan komunikasi guru dan santri terbilang lancar dan normal.

"Mereka juga manusia, ya harus dimanusiakan," ujarnya.

Meski mengurus orang-orang bermasalah, namun mantan pendekar pencak silat ini seakan tidak mempermasalahkannya. Sedangkan setiap para santri yang ingin sembuh kejiwaannya dia mematok proses rehabilitasi penyembuhan Rp 450 ribu perbulannya. (fat/fat)
Berita Terkait