Awalnya penyerbuan itu terjadi saat rombongan LSM BBH itu hendak menemui Ir Heri Purwanto, Manajer Perkebunan UUS Sungai Lembu di kantornya, Selasa sore kemarin. Pihak LSM BBH bermaksud menyampaikan aspirasi warga Desa Kandangan yang merasa tanahnya diserobot oleh perkebunan.
Namun, rencana itu gagal seiring penolakan dari pihak perkebunan melalui petugas keamanan. Saat mobil rombongan berbalik arah untuk meninggalkan kantor perkebunan, tiba-tiba, mereka diserang puluhan preman yang diduga suruhan perkebunan secara membabi buta.
"Entah kenapa, dengan menggunakan pentungan kayu dan batu, preman-preman itu menyerang kami secara beringas," ungkap Trisna, salah seorang aktifis LSM BBH saat mengadakan jumpa press di Hotel Surya, Jajag, Gambiran, Banyuwangi, Rabu (12/10/2008).
Menurut Trisna, aksi penyerangan itu tidak berhenti disitu saja, para aktivis LSM BBH yang berjumlah 10 orang itu kembali diserang para preman saat berusaha menyelamatkan diri ke rumah Yani, seorang warga Desa Kandangan Batu. Pentungan terus melayang ke kedua mobil yang mereka tumpangi.
"Pergi dari sini! Dasar orang... Pokoknya caci maki kotor sampai jeroan binatang keluar semua, disertai serangan fisik dari mereka," kata Trisna menceritakan kejadian saat itu.
Bahkan tambah Trisna, Aksi penyerangan itu kembali terjadi saat mereka tertahan di pintu gerbang utama perkebunan Sungai Lembu. "Aneh mas. Palang besi gerbang perkebunan yang saat kami masuk enggak dikunci, ini sudah dikunci gembok dan dihalangi 2 mobil yang diduga milik perkebunan. Akhirnya kami jadi bulan-bulanan ketiga kalinya oleh puluhan preman itu," kelas Trisna panjang lebar.
Akibat penyerangan yang dilakukan preman secara membabi buta, dua anggota LSM babak belur alibat tendangan dan pukulan.
Trisna menduga, jika dalang dibalik peristiwa yang menimpa mereka adalah para elit Perkebunan XII Sungai Lembu.
Bukti-bukti penganiayaan seperti foto dan rekaman saat kejadian berlangsung sudah mereka serahkan ke Polres Banyuwangi, Selasa malam saat melaporkan peristiwa penyerangan itu.
Saat ini, LSM BBH mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap serta mengungkap insiden yang mereka alami. Terlebih, pembasmian premanisme saat ini tengah gencar dilakukan Polri. (bdh/bdh)











































