Pelajar SMA di Banyuwangi Belajar di Tengah Makam

Pelajar SMA di Banyuwangi Belajar di Tengah Makam

- detikNews
Senin, 10 Nov 2008 12:19 WIB
Pelajar SMA di Banyuwangi Belajar di Tengah Makam
Banyuwangi - Bagaimana rasanya mengikuti proses belajar mengajar di tengah areal makam? Seram sekaligus unik, itulah jawaban yang diberikan para pelajar SMA PBRI 2, Srono, Banyuwangi.

Gedung sekolah SMA PGRI 2 Srono di Desa Sukonator, Kecamatan Srono, Banyuwangi dikatan seram dan unik, lantaran gedung itu berdiri tepat di tengah areal pemakaman umum Desa Sukonatar.

Selain SMA PGRI 2, di areal pemakaman yang memiliki luas kurang lebih tiga hektar itu juga terdapat bengunan sekolah lain yakni, SDN 2 Sukonatar dan TK Dharma Wanita I Sukonatar.

Namun dari ketiga tempat belajar mengajar itu, gedung milik SD lah yang pertama kali ada. Dan hingga kini, proses belajar mengajar di ketiga sekolah itu juga masih berlangsung.

Meski tempat belajar berada di areal pekuburan, namun para siswa yang menimba ilmu di tiga lembaga pendidikan formal itu tidak merasa seram dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan pelajar di SMA PGRI 2 Srono justru mengaku bangga dengan lokasi gedung tempatnya belajar.

"Itu identitas sekolah kami, pas kenalan sama siswa sekolah lain pasti bilang begini, O.. sekolah yang di dalam areal pemakaman itu ya," ujar Wahyu Pradana, siswa yang pernah menyabet juara 1 mata pelajaran Bahasa Indonesia se karasidenan Besuki sambil terbahak, Selasa (10/11/2008).

Untuk mengurangi persepsi atau opini seram dari masyarakat khususnya kalangan dunia pendidikan, para pelajar yang aktif di organisasi siswa mempunyai cara tersendiri untuk melakukannya. Nyaris setiap minggu di sekolah yang hanya memiliki 5 gedung bagus ini selalu diadakan kegiatan ekstrakulikuler.

"Kemah, pelatihan, pokoknya ada saja yang kami rencanakan agar sekolah tercinta ini jauh dari kesan seram dan menakutkan," timpal Bety, siswi kelas 2 yang mengaku aktif di Pramuka ini.

Selama puluhan tahun 'hidup' di tengah makam, tak satu pun siswa-siswi yang pernah atau yang masih mengenyam pendidikan di sekolah swasta tertua ini kesurupan atau gangguan dari dunia mistis.

Bahkan tambah, Suyanto, Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Srono tak jarang muridnya berhenti belajar sejenak saat ada prosesi pemakaman warga yang dikubur di areal pemakaman tersebut.

"Saat melihat ada yang orang dikubur, saya dan beberapa siswa menyempatkan untuk hadir di sana," ungkap Suyanto.

Entah ada kaitannya atau tidak, kepala sekolah ini menyakini jika langkah itu sebagai penghormatan terhadap 'tetangga' barunya. (bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini