Dari pengamatan detiksurabaya,com, di depan rumah ibunda Amrozi dan Muklas terlihat para simpatisan pendukung keduanya yang membentuk pagar betis.
Mereka juga mulai melakukan penyeleksian pada orang-orang yang mendekati rumah dua terpidana mati tersebut. Pihak keluarga juga melarang seluruh bentuk dokumentasi foto ataupun video jenazah Amrozi dan Muklas.
"Kami mohon agar tidak mengambil gambar jenazah ini permintaan keluarga,' kata
seorang pria melalui megaphone, di depan rumah orangtua Amrozi, Minggu (9/11/2008)
Sementara itu, ratusan warga dari desa tetangga mulai berbondong-bondong datang
ke Tenggulun untuk melihat dari dekat kedatangan jenazah dua orang pelaku
Bom Bali I yang menewaskan 202 orang tersebut. (wln/bdh)











































