Demikian ditegaskan juru bicara Presiden, Andi Mallarangeng kepada wartawan sebelum menghadiri Grand Final Lomba Menyanyi Lagu Karya Cipta SBY di alun-alun Pacitan, Sabtu (8/11/2008) malam.
"Nggak ada intervensi. Ketika maju ke pilkada calon termasuk tim sukses kan sudah
berikrar siap kalah, siap menang. Siap menang, siap kalah," ujar Andi menjawab
pertanyaan wartawan soal dugaan intervensi SBY terhadap pilkada Jatim.
Lebih lanjut, pria yang telah empat tahun mendampingi presiden sebagai juru bicara
itu mengatakan, hasil quick count tidak dapat dijadikan bahan pengambilan keputusan.
Pasalnya, hasil penghitungan selisihnya sangat tipis dan dalam margin of error.
Untuk itu, ujar Andi masyarakat harus sabar menunggu hasil penghitungan manual yang
dilakukan KPUD.
"Setelah itu mari kita menerima apapun hasilnya," ujar dia.
Andi mengakui, pelaksanaan pilkada Jatim memiliki peranan sangat penting sekaligus
menjadi barometer nasional. Ini karena provinsi yang baru pertama kali menggelar ilgub langsung ini memiliki jumlah penduduk cukup besar. Selain itu posisinya sangat strategis dengan ikatan sejarah kuat dengan perjalanan bangsa.
Pelaksanaan pilgub, tambah Andi hendaknya dapat menghasilkan pemimpin yang mampu menjadi pengayom. Sedangkan pasangan yang terpilih harus memperhatikan amanat seluruh rakyat. (bdh/bdh)











































