Surat tersebut bersampul model perempuan cantik. "Saya dapat kiriman bom," kelakar Ustadz Chozin usai membaca surat di rumahnya, Desa Tenggulun, Lamongan, Sabtu (8/11/2008) sore.
Sayangnya dia ogah mengungkap pesan surat kaleng yang disebutnya sebagai bom itu. "Tanya saja ke TPM," katanya.
Fachmi Bachmid, anggota TPM yang ditemui di rumah Ustadz Chozin membenarkan adanya surat kaleng yang isinya bernada provokasi itu.
"Tidak perlu ditanggapi namanya saja surat kaleng. Tapi kayak gini namanya teror," jawab dia.
Menurut dia, pesan yang ada di surat tanpa identitas itu berisi ucapan selamat atas dihukum matinya Amrozi Cs. (gik/fat)











































