Kepastian kedatangan ustad yang pernah ditahan karena pemalsuan dokumen imigrasi itu disampaikan Ketua Dewan Syura Front Pembela Islam (FPI) Pekalongan, Sahid Ahmad Sungkar kepada wartawan di Ponpes Al Islam, Desa Tenggulun, Solokuro, Lamongan, Jumat (7/11/2008).
Sahid menjelaskan, rencana kedatangan Ba'asyir itu berdasarkan undangan dari Ponpes Al Islam. Ia datang sebagai salah satu tamu dari luar.
"Beliau akan datang kemari sebagai undangan. Beliau juga tidak akan dijadikan panitia," kata Sungkar.
Selain Ba'asyir, dirinya nantinya juga akan datang pada saat pemakaman. Bahkan, ratusan santri alumni ponpes yang dikelola oleh keluarga Amrozi itu juga sudah menyatakan kesediaannya untuk datang ke Tenggulun.
Sementara itu, kakak Amrozi, Ustad Chozin mengungkapkan, antara Ponpes Al Islam dengan Ngruki tidak memiliki hubungan apapun. "Hanya saja ketika muda, Amrozi pernah ngaji di tempat tersebut," tambahnya. (bdh/bdh)











































