Imbas meluapnya Sungai Madiun sebuah jembatan darurat yang ada di Desa Purwosari Kecamatan Kwadungan putus dan mengambang. Karena tidak berfungsi, jalur Kecamatan Kwadungan menuju Ngawi dialihkan melalui Kecamatan Pangkur serta Kecamatan Kartoharjo Magetan lebih jauh 7 Km.
Salah satu warga Desa Purwosari, Murjito (40) mengaku air Sungai Madiun mulai naik ke Sungai Ulo sekitar pukul 09.00 WIB. Pasalnya air hujan yang mengguyur mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.30 WIB menerjang jembatan darurat pengganti jembatan utama hingga rusak parah.
"Mulai pagi hujan deras sekali, terus Sungai Madiun kok terus bertambah debitnya air sampai jembatan darurat ikut hanyut," jelas Murjito kepada detiksurabaya.com, Kamis (6/11/2008).
Sementara Camat Kwadungan Setiono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kesbanglinmas untuk menyiapkan pos satlak bencana di kantor kecamatan. Hal ini untuk mengantisipasi bencana banjir seiring curah hujan mulai tinggi dan air di Sungai Madiun debitnya makin bertambah.
Dari pantauan detiksurabaya.com hingga pukul 14.00 WIB tampak para pengendara motor maupun mobil kembali berputar arah menuju Ngawi maupun Madiun. Sebab jalur ini merupakan jalur alternatif dari Madiun menuju Ngawi maupun sebaliknya. (fat/fat)










































