Peristiwa itu membuat pemilik toko pasangan suami istri (pasutri) mengalami luka akibat tusukan linggis pelaku. Perampokan keji yang terjadi di toko kelontong menjual kebutuhan pokok diketahui pertama kali sekitar pukul 02.30 WIB, Rabu (5/11/2008).
"Saya tahunya ya saat korban ditolong tetangganya dibawa ke rumah sakit. Saat itu korban dipapah tetangganya dengan kondisi terluka parah," ujar petugas keamanan RS Rahma Medika, Joko Pramono (42).
Menurut Joko, korban yang bernama Koh Wat atau Bejo Widoyo (71) dan Cik Swi atau Handayani (65) mengalami luka parah di bagian leher. Akibat luka tersebut, kedua korban dirujuk ke RS Baptis Kota Kediri.
"Penglihatan saya korban yang laki-laki seperti ditusuk benda tajam di leher di tiga tempat. Sementara istrinya ada luka sayatan di leher dan telinga sepanjang 2 cm," imbuh Joko.
Saat ditanya kronologis perampokan, Joko mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun dia memperkirakan, perampokan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB malam harinya.
Secara terpisah Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP David Subagio saat dikonfirmasi mengaku, hasil olah TKP menemukan sebilah pisau dan linggis yang diduga digunakan pelaku.
Untuk proses pengejaran, aparat kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan ke saksi korban maupun ke saksi lainnya yang mengetahui kejadian tersebut.
"Termasuk dengan membuat sketsa wajah pelaku berdasarkan keterangan saksi korban. Dari sketsa wajah tersebut, kita akan coba cocokkan dengan beberapa orang yang kita curigai dalam kasus perampokan," ujar David.
Dia menjelaskan, korban perampokan mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah, setelah sejumlah uang dan harta miliknya dibawa kabur kawanan perampok.
"Jumlah pastinya kami belum tahu, karena korban juga masih dirawat di rumah sakit. Doakan saja cepat tertangkap, jadi semua bisa terungkap dengan jelas," imbuhnya. (fat/fat)











































