Untuk menarik para pemilih datang ke TPS, seluruh anggota KPPS menggunakan kostum kesenian tradisional kuda lumping. Para pemilih yang datang juga mendapat suguhan kuda lumping beraksi meski tanpa kesurupan, selayaknya kuda lumping pada umumnya.
"Kesenian tradisional ini memang sengaja kami usung agar pemilih datang dan ternyata terbukti efektif dan diminati pemilih," kata Ketua KPPS, M Muhtar.
Hingga pukul 09.30 WIB, pemilih yang datang sudah 70 persen dari seluruh jumlah pemilih 595 orang. Padahal dalam putaran pertama lalu, jumlah golput di TPS itu mencapai 50 persen.
"Saya harap nanti seluruh pemilih datang ke TPS, selain nyoblos ya melihat kesenian tradisional kuda lumping," tambah Muhtar di lokasi, Selasa (4/11/2008).
Kuda lumping itu memang menarik banyak penonton, sejak pagi kursi pemilih dipadati oleh warga yang antre nyoblos sekaligu ingin melihat atraksi kuda lumping. (fat/fat)











































