Kebanyakan mereka adalah warga dari luar Desa Tenggulun, namun masih satu kecamatan yaitu Solokuro. Mereka melihat dari dekat rumah sang bombers maupun rumah orangtua Amrozi yang berdampingan.
Pantauan detiksurabaya.com, pukul 16.00 - 17.00 WIB, Senin (3/11/2008), rumah Amrozi seperti menjadi tempat wisata dadakan. Namun, begitu waktu menjelang magrib mereka membubarkan diri.
Selain menyaksikan rumah Amrozi, 'wisatawan' ini juga menyempatkan melihat kendaraan operasional untuk siaran langsung yang dimiliki sejumlah televisi. Kendaraan milik stasiun televisi swasta tersebut diparkir tidak jauh dari rumah Amrozi.
Banyaknya warga yang datang berimbas pada kepadatan arus lalu lintas di Jalan Melati Desa Tenggulun. Apalagi di jalan desa tersebut juga terparkir kendaraan-kendaraan milik para pemburu berita.
"Baru seumur-umur ini jalan di sini macet. Jadi ini macet yang kedua kali. Dulu tahun 2002 saat Amrozi tertangkap," kata salah satu warga. (wln/bdh)











































