Kejadian tersebut baru diketahui pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu office boy, Mujiono (50) yang tinggal di lingkungan STIE akan membersihkan laboratorium.
Setelah di dalam, Mujiono terkejut melihat jendela samping laboratorium terbuka dan 11 CPU hilang. "Terakhir saya mengunci laboratorium ini sekitar pukul 17.00 WIB kemarin MInggu," ujar Mujiono kepada wartawan Senin (3/11/2008).
Menurut Mujiono, Minggu sore laboratorium tersebut masih digunakan oleh mahasiswa. Setelah itu dirinya digantikan staf keamanan saat shift malam bernama Khoirul.
"Setelah itu saya baru ke sini ya jam 06.00 WIB tadi," ujarnya.
Diperkirakan, pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang masuk dari jendela yang terletak di dinding bagian kanan. Jendela berteralis besi tersebut tampak lepas dan dibobol pencuri.
Sementara 10 meter dari arah belakang laboratorium tersebut, tampaknya pencuri mempreteli CPU komputer dan hanya mengambil hard disk serta processornya saja. Sebab 11 bangkai cpu yang telah kosong diletakkan begitu saja di tempat itu. "Semua CPU-nya sudah kosong," kata Mujiono.
Sementara Rektor STIE Harianto memperkirakan kerugian akibat peristiwa itu sekitar Rp 45 juta. "Saya kira mereka beraksi pada Minggu dini hari tadi," ungkap Harianto.
Sementara Kapolsek Lowokwaru AKP Pujiharto saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan kejadian itu. Pihaknya saat ini sedang menyelidiki pencurian tersebut.
"Kita masih melakukan penyelidikan," jelas Pujiharto. (fat/fat)











































